Penjara Seumur Hidup Untuk Terdakwa Kasus Pembunuhan Arun
Pilibhit

Penjara Seumur Hidup Untuk Terdakwa Kasus Pembunuhan Arun

mendengar berita

Pilibhit. Hakim Distrik dan Sidang Sudhir Kumar menemukan Dharmendra alias Happy, tersangka kasus pembunuhan Arun Kumar di kantor polisi desa Sodha Sehramau Utara lima tahun lalu. Pengadilan telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan denda sebesar Rs 35.000 untuknya.
Advokat pemerintah Brijendra Mohan Dixit mengatakan bahwa Ramratan, seorang warga desa Sodha di Sehramau Utara, telah membuat laporan di kantor polisi. Menurut laporan, pada malam 07 Oktober 2016, putranya Arun Kumar pergi melihat Ramayana yang diadakan di tempat Devi bersama dengan Ashok Kumar dari desa itu sendiri. Dharmendra Kumar alias Happy dari desa memanggilnya sekitar pukul 11:30 malam dan membawanya pergi. Ketika Arun Kumar tidak kembali, dia digeledah.
Keesokan paginya mayatnya ditemukan tergeletak di lapangan di desa. Setelah mencatat laporan tersebut, polisi mengisi panchnama mayat tersebut. Pemeriksaan akhir jenazah sudah dilakukan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dakwaan terhadap Dharmendra Kumar alias Putra Bahagia Ramlal diajukan ke pengadilan. Dalam persidangan, pihak pemerintah mencatat keterangan sembilan saksi di persidangan. Perkara tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri dan Sidang Hakim Sudhir Kumar. Pengadilan, setelah mendengar kedua belah pihak dan menemukan terdakwa bersalah atas pembunuhan berdasarkan bukti yang tersedia dalam catatan, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan denda Rs 35.000. Usai vonis, terdakwa dijebloskan ke penjara untuk menjalani hukuman.

Pilibhit. Hakim Distrik dan Sidang Sudhir Kumar menemukan Dharmendra alias Happy, tersangka kasus pembunuhan Arun Kumar di kantor polisi desa Sodha Sehramau Utara lima tahun lalu. Pengadilan telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan denda sebesar Rs 35.000 untuknya.

Advokat pemerintah Brijendra Mohan Dixit mengatakan bahwa Ramratan, seorang warga desa Sodha di Sehramau Utara, telah membuat laporan di kantor polisi. Menurut laporan, pada malam 07 Oktober 2016, putranya Arun Kumar pergi melihat Ramayana yang diadakan di tempat Devi bersama dengan Ashok Kumar dari desa itu sendiri. Dharmendra Kumar alias Happy dari desa memanggilnya sekitar pukul 11:30 malam dan membawanya pergi. Ketika Arun Kumar tidak kembali, dia digeledah.

Keesokan paginya mayatnya ditemukan tergeletak di lapangan di desa. Setelah mencatat laporan tersebut, polisi mengisi panchnama mayat tersebut. Pemeriksaan akhir jenazah sudah dilakukan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dakwaan terhadap Dharmendra Kumar alias Putra Bahagia Ramlal diajukan ke pengadilan. Dalam persidangan, pihak pemerintah mencatat keterangan sembilan saksi di persidangan. Perkara tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri dan Sidang Hakim Sudhir Kumar. Pengadilan, setelah mendengar kedua belah pihak dan menemukan terdakwa bersalah atas pembunuhan berdasarkan bukti yang tersedia dalam catatan, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan denda Rs 35.000. Usai vonis, terdakwa dijebloskan ke penjara untuk menjalani hukuman.

Posted By : result hk 2021